All I saw was red / cerita pribadi


I check into small hotel a few kilometers from Kiev. It is late. I am tired. I tell woman at desk I want a room. She tells me room number and give key. “But one more thing comrade; there is one room without number and always lock. Don’t even peek in there.” I take key and go to room to sleep. Night comes and I hear trickling of water. It comes from the room across. I cannot sleep so I open door. It is coming from room with no number. I pound on door. No response. I look in keyhole. I see nothing except red. Water still trickling. I go down to front desk to complain. “By the way who is in that room?” She look at me and begin to tell story. There was woman in there. Murdered by her husband. Skin all white, except her eyes, which were red.

ringkasan materi 2nd

Resume of material (2nd meeting)

  • Class of word is :
  1. Verb = kata kerja
  2.  Noun = kata benda
  3. Adjective = kata sifat
  4.  Adverb = kata keterangan

  • Sentence in two parts is :
  1. Menggunakan verb
  2. Tidak menggunakan verb = adjective, noun, adverb

  • English grammer is :
  1. Simple past tense = S + was,were + V2/noun,adj,adv + O
  2. Simple present tense = S + is,am,are + V1/noun,adj,adv + O
  3. Simple future tense = S + will,be going to + V1/noun,adj,adv + O
  4. Past continuos tense = S + was,were + Ving + O
  5. Present continuos tense = S + is,am,are + Ving + O
  6.  Future continuos tense = S + will,be going to + Ving + O
  7. Past perfect tense = S + had,had been + V3/noun,adj,adv + O
  8. Present perfect tense = S + has,have,has been,have been + V3/noun,adj,adv + O
  9. Future perfect tense = S + wil have,will have been + V3/noun,adj,adv + O
  10. Past perfect continuos tense = S + had,had been + Ving + O
  11. Present perfect tense = S + has,have,has been,have been + Ving + O
  12. Future perfect tense = S + will have,will have been + Ving + O

3. Kata mutiara yang menjadi inspirasi saya

1. Anda tidak akan menjadi siapa siapa tanpa dukungan orang yang kita sayangi
You will not be anyone who without the support of our loved ones
2. Waktu tidak akan kembali, manfaatkan sebaik mungkin karena menyesal akan terjadi jika kita membuang dengan percuma
The time will not come back, take advantage of the best possible because regret would happen if we discard the useless
3. Bahagiakan orang tua mu, buang segala keegoisan yang membuat kita membuang waktu bersama orang tua kita
Make happy your parents, dispose of all selfishness that make us waste our time with parents
4. Yakinlah, kesuksesan kamu itu ada di tangan sendiri
we must be sure that your success is in their own hands
5. Yakinlah allah itu selalu membantumu dalam kesusahan, jangan melakukan kesalahan yang sama
we must believe that god always help in your trouble, do not make the same mistake

2. Sekilas cerita mengenai diri saya

I am an employee who works in the media, I am a hard worker because I work oriented with a lot of money to meet all my needs and college I went through something of a must I finish because I want to achieve the dream of higher than what I can by now.

1. Hubungan manajemen dengan bahasa inggris

Di era globalisasi  kemampuan berbahasa inggris sangatlah penting, karena bahasa inggris adalah bahasa internasional yang sudah diakui oleh dunia internasional. Salah satu persyaratan pada dunia kerja adalah mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan dalam bahasa Inggris, karena begitu banyak informasi dalam bahasa Inggris yang menunjukkan bahwasannya bahasa Inggris adalah hal yang penting yang harus dikuasai.
Dalam dunia kerja, berbahasa inggris dalam beraktivitas sudah menjadi standar dalam bekerja karena dapat memudahkan dalam berkomunikasi di jaringan yang lebih luas.
 

TUGAS Etika Bisnis PT. Isuzu Motor Indonesia

PASAR OTOMOTIF: Penjualan Isuzu Merosot 8,9%, Kenapa?

Lingga Sukatma Wiangga
Ilustrasi/Bisnis.com
Binis.com, JAKARTA - Penjualan Isuzu di tataran wholesales pada periode Januari-Agustus 2014 merosot hingga 8,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Hal ini dipengaruhi oleh lesunya pasar kendaraan komersial di Indonesia.
Hingga bulan ke delapan pada 2014, penjualan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) hanya 18.846 unit. Pada periode yang sama pada 2013 IAMI mampu mencatatkan jumlah penjualan hingga 20.700 unit.
Menurut Presiden Direktur PT IAMI Yohannes Nangoi, hal ini tak lepas dari menurunnya pasar kendaraan komersial di Tanah Air. Pasar dalam negeri untuk kendaraan di segmen komersial hingga Agustus menurun hingga 14%.
Maklum saja, dalam penjualan IAMI bertumpu pada kendaraan komersial. Saat ini IAMI membagi line up yang dimilikinya ke dalam dua segmen, yaitu commercial vehicle (CV) dan light commercial vehicle (LCV).
Segmen LCV memiliki kontribusi 25% terhadap penjualan IAMI, dan sisanya adalah CV alias kendaraan komersial.
Menurut Yohannes, pasar kendaraan komersial di Nusantara tahun ini tidak bisa menikmati pertumbuhan penjualan kendaraan nasional yang diprediksi mencapai 1,25 juta unit. Pertumbuhan penjualan tahun ini hanya akan dirasakan oleh segmen passanger car.
“Kendaraan komersial sedikit tertekan, turun 14% tahun ini. Karena memang saat ekonomi terganggu dengan adanya agenda politik besar yang terjadi, pelaku industri cenderung menunda investasi. Otomatis terhenti di situ. Berbeda dengan masyarakat umum yang membeli kendaraan penumpang, tidak terganggu,” ujar Yohannes kepada Bisnis, Rabu (17/9/2014).

Analisis terhadap permasalahan di atas:

PT. Isuzu Astra Motor Indonesia mengalami penurunan penjualan pada semester 1 yang terhitung pada Januari-Agustus karena faktor domestik gejolak ekonomi Indonesia yang sedang naik karena adanya politik besar, seperti pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.  Hal itu mempengaruhi para konsumen untuk menunda untuk membeli kendaraan. Penurunan sebesar 14% sebenarnya terbilang cukup besar, karena perbandingan dari tahun sebelumnya cukup signifikan. Hal itu yang saya rasa PT. Isuzu Motor Indonesia harus berbenah diri dikarenakan persaingan pasar kendaraan di Indonesia sangat ketat. Perkembangan pasar mobil domestik terus berkembang dari segi harga, inovasi, model, dan karakter yang terus berubah. Sedangkan saya menilai isuzu mempunyai pergerakan yang lambat dengan inovasi kendaraan yang hanya terpaku dengan andalannya yaitu "panther" dengan fitur dan model yang tidak berubah banyak dari tahun ke tahun. Kompetitor di kelasnya, isuzu sudah melakukan kesalahan yang berimbas penurunan penjualan dari tahun ke tahun sampai sekarang.

 PRINSIP ETIKA BISNIS

PT. Isuzu Astra Motor Indonesia untuk menjadi perusahaan yang baik, tentunya perusahaan harus mempunyai prinsip agar tujuan perusahaan tercapai. Berikut prinsip yang harus diterapkan oleh PT. Isuzu Astra Motor Indonesia
  • Prinsip kejujuran, PT. Isuzu Astra Motor Indonesia seharusnya transparan akan permasalahan yang terjadi  tersebut agar semua pihak mengetahui dan dapat memilih mana yang baik, mengapa konsumen harus memilih atau tidak memilih izusu sebagai produk yang harus dibeli.
  • Prinsip otonomi, langkah pengembangan produk harus dilakukan agara perusahaan bisa tetap bersaing di pasaran Indonesia.
  • Prinsip keadilan, setiap konsumen mempunyai pendapat pada setiap pilihan yang dibuat. Jadi PT. Isuzu Astra Motor Indonesia harus mempunyai rencana dalam mengembangkan produk agar konsumen selalu loyal dalam memilih Isuzu sebagai kendaraan pilihan konsumen.
  • Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle), PT. Isuzu Astra Motor Indonesia harus menguntungkan konsumen agar konsumen selalu memilih izusu dalam pembelian kendaraan, karena dengan hal tersebut keduanya akan merasakan diuntungkan.
  • Prinsip integritas moral, ketika PT. Isuzu Astra Motor Indonesia mengalami penurunan penjualan yang terus menurun di setiap tahunnya itu akan memberikan efek buruk terhadap merek Isuzu sendiri walaupun Isuzu sudah bertahan lama di ranah Indonesia.
 PT. Isuzu Astra Motor Indonesia akan selalu menjadi merek yang dikenal di Indonesia, akan tetapi prinsip prinsip etika bisnis harus dijalankan agar konsumen selalu memlih isuzu dan keduanya merasa diuntungkan demi berjalannya tujuan yang sama.

Sumber :
http://otomotif.bisnis.com/read/20140917/46/258114/pasar-otomotif-penjualan-isuzu-merosot-89-kenapa

Teori Proposal

1. Teori pembuatan proposal
Proposal Penelitian ialah usulan yang berisi rencana kegiatan penelitian yang disajikan secara tertulis untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang berwewenang. Pihak yang berwewenang di sini dapat saja seperti lembaga/instansi yang akan mensponsori atau membiayai penelitian tersebut, tempat atau sasaran penelitian, dan lembaga/instansi yang meminta dilakukannya penelitian. Untuk keperluan penulisan skripsi, proposal  penelitian diperlukan untuk memperoleh persetujuan dari Ketua Jurusan atau Ketua Program Bidang Studi. 

2. Pengertian proposal -
Proposal berasal dari bahasa inggris to propose yang artinya mengajukan dan secara sederhana proposal dapat diartikan sebagai bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik itu berupa ide, gagasan, pemikiran maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan baik itu yang sifatnya izin, persetujuan, dana dan lain - lain. Proposal juga dapat diartikan sebagai sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah rencana dan tujuan suatu kegiatan kepada pembaca.

3. Macam proposal
  1. Proposal Bisnis - proposal ini berkaitan dengan dunia usaha baik itu perseorangan maupun kelompok dan contoh dari proposal ini misalnya proposal pendirian usaha, proposal dalam bentuk kerjasama antar perusahaan
  2. Proposal Proyek - pada umumnya proposal proyek ini mengacu pada dunia kerja yang berisikan serangkaian rencana bisnis atau komersil misalnya proposal proyek pembangunan
  3. Proposal Penelitian - Jenis proposal ini lebih sering digunakan di bidang akademisi misalnya penelitian untuk pembuatan skripsi, tesis dan lainnya. isi dari proposal ini adalah pengajuan kegiatan penelitan
  4. Proposal Kegiatan - yaitu pengajuan rencana sebuah kegiatan bak itu bersifat individu maupun kelompok misalnya proposal kegiatan pentas seni budaya  
4. Kriteria proposal
Proposal yang baik, paling tidak harus memenuhi syarat:
1. Keindahan, kerapihan (termasuk bahasa)
2. Jelas, mampu menjelaskan maksud atau mampu menggambarkan dengan jelas tentang kegiatan
3. Informatif, mampu menginformasikan segala hal yang akan menunjang pertimbangan.
4. Mampu meyakinkan bahwa pihak penerima usulan juga akan mendapatkan keuntungan dengan program tersebut. Atau paling tidak penerima usulan yakin bahwa program tersebut baik dan perlu dibantu.
5. Rasional baik dari segi format kegiatan maupun usulan pembiayaan.
Meskipun terdapat variasi, namun umumnya proposal terdiri dari bagian-bagian:
1. Identitas
Mencakup: Identitas Program dan Identitas Organisasi Pengusul. Biasanya identitas program dan lembaga pengusul sudah terakomodir pada cover proposal atau kertas kop panitia, atau ditulis di bagian awal
2. Pendahuluan / Dasar Pemikiran / Latar Belakang
Berisikan pertimbangan-pertimbangan rasional / yang masuk akal yang melatarbelakangi sehingga pelaksana program / kegiatan mau melaksanakan program ini. Jadi bagian ini akan menginformasikan mengapa program ini dilaksanakan.
3. Dasar Pelaksanaan / Legalitas Organisatoris Program
Berisikan aturan-aturan organisasi yang melegitimasi program yang diusulkan.
4. Tujuan
Hal-hal yang hendak dicapai yang sifatnya agak ideal belum konkrit (abstrak), umum.
5. Sasaran / Goal (Hasil Yang Diharapkan)
Tujuan yang bersifat konkrit, terukur. Maksudnya, telah mejelaskan bahwa kegiatan ini akan menghasilkan apa dan berapa banyak.
6. Manfaat
Apa manfaat dari hasil progam. Manfaat bukan Cuma untuk organisasi / pelaksana tetapi untuk semua pihak yang akan terlibat: peserta, pemerintah, lembaga mitra, sponsor, masyarakat, jemaat, dsb.
7. Bentuk / Jenis Kegiatan/Metode
Kegiatan apa saja yang hendak dilaksanakan
8. Waktu dan Tempat
9. Peserta / Target Group (kriteria dan jumlah)
10. Pengorganisasian (Lampiran SK Panitia)
11. Pembiayaan (Pemasukan-Pengeluaran, Sumber dana)
12. Lampiran-lampiran (jadwal, materi, kriteria sponsorship dll)

5. Sistematis proposal
 
Sistematika penulisan proposal penelitian secara umum :
1. Latar Belakang Masalah
Teknik penulisan Latar Belakang Permasalahan dalam penelitian dimulai dari pengungkapan secara sistematis deskripsi masalah secara makro pada tingkat global menuju permasalahan yang bersifat mikro yang terjadi di lokasi penelitian. Penulisan masalah ini dilakukan dengan memaparkan variabel terikat (dependent) sebagai pokok pikiran utama dan variabel bebas (independent) sebagai pokok pikiran penjelas. Unsur pokok yang harus ada dalam penulisan Latar Belakang Permasalahan adalah perlunya menonjolkan bahwa masalah itu sangat penting untuk diatasi dan menarik untuk diteliti. Pada dasarnya tehnik menulis latar belakang harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini :
a. Hal-hal yang ideal/normative/harapan
b. Actual-fenomena yang teramati
c. Adakah kesenjangan
d. Masalah utama
e. Konsekuensi apa yang muncul bila masalah tersebut dibiarkan
f. Dimana hal itu terjadi
g. Intervensi apa yang relevan

2. Batasan Masalah
Batasan-batasan dalam suatu penelitian diperlukan agar ruang lingkup masalah tidak meluas. Batasan-batasan ini terkait dengan keterbatasan dana, waktu, tenaga, pengumpulan data dan analisisnya, serta relevansi kualifikasi peneliti dengan permasalahan yang akan dibahasnya. Pada intinya seorang peneliti berwenang memberikan batasan-batasan demi terlaksananya dan terselesaikannya sebuah proses penelitian. Batasan-batasan ini tentunya juga berpengaruh pada proses generalisasi dari hasil penelitiannya. Cara membatasi masalah antara lain:
a. Membatasi (memilih satu atau dua) masalah yang akan diteliti (pilih satu atau dua dari yang sudah diidentifikasi)
b. Menegaskan pengertiannya
c. Memaparkan data-data yang memberikan gambaran lebih rinci

3. Perumusan Masalah
Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti. Uraikan pendekatan atau konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Uraian perumusan masalah tidak perlu dalam bentuk pertanyaan.

4. Tujuan Penelitian
Tujuan pada dasarnya merupakan pernyataan tentang apa yang menjadi harapan, atau sesuatu yang ingin diketahui. Pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang ingin dilakukan peneliti dalam penelitiannya. Perumusan Tujuan penelitian, dibuat dengan mengacu pada masalah/pertanyaan penelitian. Dengan demikian, antara tujuan dan masalah penelitian saling terkait. Teknik penulisannya, Tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat pasif, karena tujuan merupakan pernyataan kondisi yang akan dicapai. Dalam penulisan proposal penelitian, Tujuan penelitian biasanya dibedakan menjadi Tujuan umum dan khusus. Tujuan umum, berisi tentang hal yg akan dicapai pada akhir penelitian, yaitu menjawab masalah penelitian. Sedangkan Tujuan khusus, berisi penjabaran tentang hal yang akan dicapai untuk memenuhi/mencapai tujuan umum, yaitu merupakan tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian.

5. Manfaat Penelitian
Uraikan manfaat hasil penelitian secara singkat dan jelas untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi kebidanan, seni pemecahan masalah, pengembangan institusi, profesi kebidanan dan kesehatan klien.

6. Kajian Pustaka / Landasan Teori
Usahakan pustaka terbaru, relevan dan asli, misalnya jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang dilakukan. Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan dan bahan epenelitian lain yang diperoleh dari acuan pustaka, yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan. Uraian dalam tinjaun pustaka dibawa untuk menyusun kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Tinjauan pustaka mengacu pada Daftar Pustaka.

7. Metodologi Penelitian
Uraikan metode yang digunakan dalam penelitian secara rinci. Uraian dapat meliputi variabel dalam penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data, cara penafsiran hasil penelitian. Untuk mpenelitian yang menggunakan metode kualitatif, dapat dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan dan analisis informasi, proses penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.

8. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah sifat keadaan ( “attributes”) dari sesuatu benda, orang, atau keadaan, yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas (benda, orang, dan lembaga), bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau simpati-antipati, keadaan batin, dsb. (orang), bisa pula berupa proses dan hasil proses (lembaga).

9. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam beberapa cara, diantaranya:
a. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data dengan percakapan yang bertujuan untuk mendapatkan konstruksi langsung dari sumber data
b. Diskusi kelompok,
c. Observasi, yakni melihat kondisi langsung lapangan yang dapat menjadi data tambahan peneliti kualitatif dalam mengembangkan penelitiannya. Umumnya teknik ini dipergunakan dalam penelitian etnografi
d. Review dokumen, dilakukan dalam sumber selain manusia, seperti rekaman dan dokumen tertulis
Sementara dalam penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data dapat diklasifikasikan diantaranya:
a. survey
b. eksperimen
c. interview

10. Metode Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah analisa data. Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa jenis analisa data, diantaranya:
a. Descriptive summary
b. Descriptive statistic
c. Graphical representation
Sementara analisa data kuantitatif dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yakni:
a. Univariate, contohnya adalah distribusi frekuensi dan pengukuran variasi
b. Bivariate, contohnya terlihat dalam penggunaan tabulasi silang, scatter gram atau penggunaan asosiasi (lamba, gamma, beta dst) 
c. Multivariate,contohnya terlihat melalui penggunaan tabel-tabel presentase

11. Hasil Penelitian yang diharapkan
Uraikan kontribusi penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan, atau pengembangan kelembagaan.

12. Daftar Pustaka
Dalam penyusunan Daftar Pustaka dianjurkan, untuk menggunakan Buku Petunjuk tentang itu. Demikian pula untuk penulisan pustaka di dalam teks. Dengan menggunakan buku pedoman tidak hanya konsistensi penulisan dapat dijaga tetapi sekaligus juga mencerminkan kualifikasi dari penulisnya.